Mengenal Mesin Honda Brio, L-Series 100 DK

Terbit pada tgl. 25 September, 2012, kategori: Honda News

Ternyata ada pengalaman tersendiri saat menjajal mobil Honda Brio beberapa waktu lalu di Promo Honda Brio di Pameran The 20th Indonesia International Motor Show di Jakarta International Expo. Selain memiliki bodi mungil (P x l x t = 3.610 x 1.680 x 1.485 mm) dan desainnya yang unik, performa city car ini tergolong di atas rata-rata pesaingnya.

Mesin Honda Brio L-Series 100 D

Memang pantas, karena mobil Honda Brio yang dijumpai di pameran mobil di Thailand dan India hanya mengusung mesin 1.200 cc (L12B), di Indonesia justru mesinnya berkapasitas 1.300 cc. “Ini pertama dan khusus di Indonesia saja mobil Honda Brio pakai 1.300 cc,” ujar salah satu petinggi PT Honda Prospect Motor (HPM), APM mobil Honda. Mesin Honda Brio 1.300 cc masih satu keluarga L-series dengan tipe L13A (i-VTEC). Engine ini memang jarang kita jumpai di varian mobil Honda di Indonesia.

Namun sebenarnya mesin SOHC 16 valve itu jadi standar pada engine Honda Fit (GE6 & GE7) dan Honda Airwave yang dipasarkan di Jepang dan negara lainnya.

Lantas, kenapa memakai mesin yang lebih tinggi dari standardnya? Mungkin saja karena ingin unggul di performa seperti varian mobil Honda lainnya. Apalagi di kelasnya, didominasi dengan city car berkapasitas 1.200 cc. Apalagi, diklaim mempunyai tenaga dan torsi paling tinggi di kelasnya. Termasuk dengan pesaingnya di kelas 1.300 cc.

Honda Brio yang resmi diluncurkan pada 2 Agustus 2012 di Jakarta ini selain mengusung mesin baru, dipadu pula transmisi manual dan otomatis (bukan CVT) yang sama-sama mempunyai 5 percepatan. Data spesifikasi mobil Honda Brio bisa Anda lihat di sini.